Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Thursday, April 4, 2013

Sepeda adalah alat transportasi yang dikenal di Indonesia dengan nama Kereta Angin, karena digerakkan tanpa menggunakan motor. Dari bangunan itulah Sepeda motor itu berasal.
Konon nenek moyang sepeda berasal dari Prancis. Sejak awal abad ke-18, alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede dikenal di negara tersebut. Kontruksinya pun masih sangat sederhana, karena belum menggunakan besi. Dengan model yang masih sangat “primit”, sepeda saat itu tidak menggunakan tongkat kemudi (setang), dan konstruksinya dari kayu.
Baron Karls Drais von Sauerbronn seorang pria Jerman. Atas dasar pengabdian kerjanya (penjaga hutan), dia menyempurnakan velocipede. Sepeda modern mulai terbentuk pada tahun 1839, oleh seorang warga negara Skotlandia yang bernama Kirkpatrick MacMillan.
Sedangkan penyempurnaan sepedadi lakukan oleh Ernest Michaux, Prancis pada tahun 1855, dengan membuat pemberat engkol. Kesempurnaan Sepeda modern lebih diperkuat lagi oleh seorang warga Negara Prancis juga yang bernama Pierre Lalle ment pada tahun 1865, dimana dia memperkuat roda dengan menggunakan lingkaran besi disekelilingnya (pelek atau velg). Lellement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang."
Sejarah sepeda bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil dibangun di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes. Keduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang pada masa itu untuk berjalan.
Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais. Von Drais yang tercatat sebagai mahasiswa matematik dan mekanik di Heidelberg, Jerman berhasil melakukan terobosan penting, yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya. Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817. Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.
James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil. Sepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa. Sebab Starley berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Sampai kini, kedua teknologi itu masih terus dipakai. Buntutnya, sepeda menjadi lebih ringan untuk dikayuh. Sayangnya, sepeda dengan roda yang besar itu memiliki banyak kekurangan. Ini menjadi dilema bagi orang-orang yang berperawakan mungil dan wanita. Karena posisi pedal dan jok yang cukup tinggi, mereka mengeluhkan kesulitan untuk mengendarainya.
Sampai akhirnya, keponakan James Starley, John Kemp Starley menemukan solusinya. Ia menciptakan sepeda yang lebih aman untuk dikendarai oleh siapa saja pada 1886. Sepeda ini sudah punya rantai untuk menggerakkan roda belakang dan ukuran kedua rodanya sama. Namun penemuan tak kalah penting dilakukan John Boyd Dunlop pada 1888. Dunlop berhasil menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin (pneumatic tire). Dari sinilah, awal kemajuan sepeda yang pesat. Beragam bentuk sepeda berhasil diciptakan. Seperti diketahui kemudian, sepeda menjadi kendaraan yang mengasyikkan. Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh kaum penjajah, terutama Belanda. Mereka memboyong sepeda produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia. Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi berdarah biru. Akhirnya, sepeda jadi alat transpor yang bergengsi.
Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda. Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan “mesin” khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah “berani” menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang. Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang). Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.
Kini, sepeda punya beragam nama dan model. Ada sepeda roda tiga buat balita, sepeda mini, “sepeda kumbang”, hingga sepeda tandem buat dikendarai bersama. Bahkan olahraga balap sepeda mengenal sedikitnya tiga macam perangkat lomba. Yakni “sepeda jalan raya” untuk jalanan mulus yang memiliki sampai 16 kombinasi gir yang berbeda, “sepeda track” dengan hanya 1 gigi serta “sepeda gunung” yang memiliki 24 gigi.

Sumber : http://www.kaskus.us

Microsoft menjadi perusahaan teknologi AS terbaru yang mengkonfirmasi telah menjadi target serangan peretas komputer.

Dalam sebuah tulisan di blog, Microsoft mengumumkan bahwa ''sebagian kecil'' komputer mereka baru-baru ini terinfeksi piranti lunak berbahaya.

Perusahaan ini menyatakan tidak menemukan adanya data pelanggan yang diakses peretas, tetapi menyebut penyelidikan insiden ini terus berlanjut.

Dalam tulisan Jumat kemarin, juru bicara Microsoft Matt Thomlinson mengatakan: ''Tipe serangan ini tidak mengejutkan bagi Microsoft dan perusahaan lain yang harus bergulat dengan musuh yang ulet dan gigih. "

Dari China ?

Selasa lalu, Apple juga mengatakan komputer mereka diserang oleh peretas yang sama yang menyerang Facebook sepekan sebelumnya.

Saat itu, Facebook mengatakan mereka berhasil menelusuri bahwa serangan cyber yang menyusupi komputer jinjing karyawan mereka berasal dari China.

Sementara Cina menyatakan laporan yang mengkaitkan unit militer negara tersebut terlibat dalam tindakan peretasan dengan sasaran AS, cacat.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan mengatakan laporan itu memiliki kekurangan "pembuktian teknis" ketika menggunakan alamat IP untuk menghubungkan tindakan peretas ke unit militer mereka.
Tahun  2012 telah berakhir dan kini sudah lewat 2 bulan dari berlangsungnya tahun 2013. Diawali tahun 2011 yang lalu Google mengeluarkan alogaritma Panda, terus tahun 2012 Google mengeluarkan alogaritma yang baru lagi dan dinamakan alogaritma Pinguin, dan pada sekarang ini Google telah mengeluarkan alogaritma terbaru lagi yaitu Alogaritma  Google Dinosaurus 2013.  
Alogaritma Google terbaru ini sudah meluncur sejak awal tahun 2013 yang telah berlangsung saat ini dan kabarnya sudah banyak blok yang dijadikan korban keganasannya. Menurut saya kemungkinan besar Blok yang terkena amukan dari Google Dino karena banyak artikel kopasnya, karena denger-dengar tujuan dari Google Dino ini adalah untuk menyaring agar pencarian yang dilakukan oleh user tepat pada sasaran. Alias sesuai dengan topik yang dinginkan oleh si pencari.
Difinisi dari Alogaritma Google Dinosaurus adalah perubahan alogaritma dari hasil pencarian dari SERP Google yang bertujuan untuk mendapatkan  peringkat hasil penelusuran yang dicari oleh user menjadi tepat sasaran, atau sesuai dengan topik yang mereka inginkan. 
Jika kita menarik kesimpulannya Dikeluarkannya alogaritma Google Dinosaurus 2013 ini agar menurunan blok/website  yang  memiliki konten artikel yang rendah, alias tidak berkwalitas   atau tidak sesuai dengan apa yang dicari oleh user. Untuk itu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar Blok kita tidak terkena amukan si dino, diantaranya yaitu:
  1. Jangan banyak memasang iklan banner di blok, baik pada artikel atau sidebar. Pasanglah iklan ditempat yang pas agar tidak mengganggu seseorang ketika sedang membaca artikel pada blok kita
  2. Jangan pasang link ke situs dewasa, saya sarankan cukup dari google saja
  3. Jangan mamasang script yang mengandung malware
  4. Jangan memposting artikel yang banyak mengandung kata kunci dewasa.
  5. Jangan terlalu banyak mencari backlink dari blok dummy
  6. Pakailah cara seo white hat dan jangan gunakan seo dengan Black hat, agar blok kita aman dari amukan si Dino
Sekian sedikit Informasi tentang Alogaritma terbaru dari google semoga bisa sedikit memberi wawasan kepada agan-agan semua. sebagai tambahan saya sertakan vidio langsung dario Matt Cut.
 
Apakah ini “serangan cyber terbesar dalam sejarah”? Atau hanya kejadian yang selalu dialami penyedia jaringan keamanan?

Berita website di seluruh dunia Barat memproklamirkan Kiamat Internet pada tanggal 27 Maret, terutama karena cerita New York Times yang merinci "pertengkaran" antara warga antispam di Spamhaus dan perusahaan hosting asal Belanda, Cyberbunker.

“Fight Jams Internet," menurut tajuk utama Times. "Internet global melambat," menurut BBC di tengah cerita yang ditulis Times. Kedua website mengatakan, Netflix melambat sebagai akibatnya.

Kenyataannya kurang menarik, meskipun masih serius. Gangguan internet, yang berpusat di Eropa Barat, tampaknya sebagian besar sudah berakhir, dan bahkan tidak diketahui saat sedang terjadi.

Namun, jika ada, kejadian tersebut mungkin akan menyebabkan perbaikan celah keamanan dasar dalam Domain Name System yang berfungsi sebagai salah satu dasar-dasar internet.

"Meski banyak yang sudah dilakukan untuk memastikan internet aman, serangan ini menggarisbawahi fakta adanya beberapa aspek yang relatif rapuh," kata Andrew Storms, direktur operasi keamanan di jaringan penyedia keamanan yang berbasis San Francisco, nCircle.

Terlalu banyak informasiCyberbunker tampaknya berada di balik serangan besar distributed denial-of-service (DDoS) yang mencoba pertama melumpuhkan Spamhaus, kemudian penyedia jaringan CloudFlare Spamhaus, dan terakhir Sabtu ini (23 Maret) menghantam ISP CloudFlare di Eropa.

Akamai Networks yang berbasis di Boston mengatakan kepada Times, dan Spamhaus mengatakan kepada BBC, bahwa serangan putaran terakhir memuncak pada 300 gigabit per detik, kemungkinan jumlah terbesar bandwidth yang pernah tercatat selama serangan DDoS.

Menurut blog posting CloudFlare, serangan itu diluncurkan pada 18 Maret dan segera melibatkan taktik yang disebut amplifikasi DNS, di mana server Domain Name System (DNS) yang  tidak terlindungi digunakan untuk membanjiri server target dengan informasi tidak berguna yang sangat banyak, mengikat bandwidth dan waktu pemrosesan. 

Jumlah serangan yang meningkat selama sepekan, akhirnya memuncak pada Sabtu ketika, menurut CloudFlare, setengah dari infrastruktur di London Internet Exchange terkena serangan tersebut. (CloudFlare berbasis di Palo Alto, California, tapi menjalankan sebuah jaringan global.)

Server DNS pada dasarnya adalah buku telepon di internet. Setiap perangkat yang terhubung ke internet, dari komputer ke smartphone Anda, menggunakannya untuk mencocokkan alamat website yang digunakan manusia, seperti "www.technewsdaily.com," dengan alamat Internet Protocol yang digunakan komputer dan router, seperti "207.86. 128.60 ".

DNS sangat penting, namun masih banyak "terbuka," yang berarti mereka akan menerima permintaan pencarian dari siapa pun, bukan hanya klien tertentu.

Penyerang membuat permintaan “lookup” menggunakan alamat IP target mereka, kemudian meminta berjuta-juta informasi, yang akhirnya membanjiri server target dengan informasi DNS  dalam jumlah yang besar.

Apakah dua kesalahan membuat kesalahan yang lebih besar?

Spamhaus, sebuah grup yang terkait dengan banyak perusahaan, berbasis di London dan Jenewa, dimulai pada 1998 untuk melacak dan memerangi spam email dan spammer. Grup ini memelihara daftar hitam perusahaan web-hosting yang terkenal menjadi host spammer, dan daftar web host yang terkenal "bersih".

Kedua daftar ini digunakan oleh penyedia layanan internet di seluruh dunia, dan Spamhaus sebagian bertanggung jawab atas penurunan email spam dalam jumlah besar dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa perusahaan web-hosting mengeluh mereka ditempatkan dengan tidak adil pada daftar hitam Spamhaus. Spammer telah meluncurkan serangan DDoS terhadap situs dan server Spamhaus. (Bahkan ada situs "Stophaus" yang berbasis di Rusia dan didedikasikan untuk memerangi apa yang mereka sebut'"taktik pemerasan curang." Spamhaus) 

Tampaknya Cyberbunker melakukan keduanya — komplain dan penyerangan.

Cyberbunker mendasarkan operasinya di sebuah bunker NATO yang dinonaktifkan, dibangun untuk menahan perang nuklir, di Belanda selatan. Perusahaan ini didirikan pada 1998 oleh sekelompok peretas yang memproklamirkan "Republic of Cyberbunker", negara berdaulat yang "dikelilingi oleh Belanda pada semua perbatasan."

Perusahaan berjanji untuk tidak bertanya tentang apa yang dilakukan klien mereka.

"Dalam banyak kasus kita tidak tahu untuk siapa atau di mana pelanggan kami sebenarnya," menurut proklamasi situs Cyberbunker. "Pelanggan diperbolehkan untuk menjadi tuan rumah setiap konten yang mereka sukai, kecuali porno anak dan segala sesuatu yang berhubungan dengan terorisme. Yang lain baik-baik saja."

Kebijakan seperti itu menarik beberapa klien yang tidak baik, termasuk situs berbagi The Pirate Bay, dan, menurut Spamhaus, kelompok kejahatan cyber yang dikenal sebagai Russian Business Network. Cyberbunker juga mengklaim telah diserbu oleh tim polisi SWAT Belanda.

Hal yang memberatkan tersebut adalah dugaan Cyberbunker menjadi host spammer yang menyebabkan Spamhaus menempatkan Cyberbunker dan ISP dalam daftar hitam Spamhaus pada musim gugur 2011.

Akibatnya, ISP Cyberbunker melepasnya sebagai klien, namun baik ISP dan Cyberbunker memposting manifesto panjang tentang mengapa Spamhaus adalah kejahatan.

Masalah ini tampaknya telah terbengkalai sampai 18 Maret, ketika kampanye Anonymous palsu yang disebut "Operation Stophaus" diproklamasikan di papan buletin online Pastebin.

Kampanye itu mendaftar serangkaian keluhan terhadap "teroris internet yang mendeklarasikan penghindaran pajak" dari Spamhaus, kemudian menambahkan berbagai slogan Anonymous "We Are Legion".

Posting itu mungkin telah menutupi serangan DDoS yang dimulai pada hari yang sama. Dalam sebuah pernyataan kepada New York Times, Sven Olaf Kamphuis, yang mengaku berbicara untuk Cyberbunker, dan pemilik halaman Google+ yang memberikan tempatnya sebagai "Republic Cyberbunker," menegaskan bahwa perusahaan hosting Belanda tersebut berada di balik serangan.

Sulit untuk mengetahui bagaimana serangan semacam itu dapat dibenarkan secara hukum. Belanda terkenal memiliki undang-undang lemah yang mengatur internet dan komunikasi digital lainnya, tetapi kemungkinan besar Cyberbunker akan segera menghadapi serangan SWAT yang lain.
Perusahaan mana yang tidak ingin karyawannya setia, produktif, dan betah bekerja di kantor? Karena itulah, perusahaan yang baik dan sehat pasti berusaha menjaga iklim kerja dan semangat para karyawannya dengan memberikan tunjangan serta fasilitas terbaik bagi mereka.

Hal ini pun dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang berbasis di Silicon Valley, California, AS. Salah satunya adalah Google.

Selain dikenal baik hati kepada para karyawannya, Google juga menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling diincar oleh para pencari kerja. Betapa tidak? Tunjangan-tunjangan serta fasilitas yang diberikan oleh perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini mampu menjamin para karyawannya hidup senang, tenang, dan berkecukupan. Tampaknya tak ada hal lain yang perlu dikhawatirkan oleh para Googler (karyawan Google), kecuali pekerjaan mereka.

Apa saja fasilitas yang bisa dinikmati oleh para Googler?

Google menyediakan transportasi gratis bagi para Googler yang tinggal di sekitar Mountain View, dekat dengan lokasi Googleplex (kantor Google). Google juga menyediakan fasilitas pangkas rambut gratis di kantor bagi para karyawannya yang sibuk. Mereka tak perlu pergi ke salon sendiri dan antre untuk memangkas rambut atau poninya yang sudah mulai panjang.

Agar para Googler bisa benar-benar beristirahat di akhir pekan, Google menyediakan fasilitas laundry dan layanan dry cleaning di kantornya. Jadi, bukan hal aneh jika setiap akhir pekan para karyawan membawa pakaian kotornya ke Googleplex.

Di Googleplex, karyawan juga bisa bersantai sambil bermain ping pong, biliar, dan foosball alias table football. Meja-meja permainan ini terletak di beberapa tempat dalam gedung. Bagi para Googler yang hobi "berolahraga jempol", Google juga menyediakan perlengkapan video game.

Kalau mau, karyawan Google boleh membawa hewan peliharaannya ke kantor. Akan tetapi, yang satu ini rasanya sulit jika ingin sering dilakukan karena bekerja sambil mengawasi hewan peliharaan bukan hal yang mudah dilakukan. Untuk menyambut akhir pekan, setiap Jumat, para Googler biasa berkumpul bersama sambil minum bir dan anggur gratis.

Seru, tetapi itu belum apa-apa. Masih banyak tunjangan dan fasilitas yang dapat dinikmati oleh para Googler. Daftarnya dilansir oleh Business Insider dan pasti membuat Anda bermimpi untuk bekerja di sana.

Makanan dan minuman gratis

Makan siang gratis di kantor karyawan mungkin hal yang sudah biasa di banyak kantor. Nah, di Googleplex, selain makan siang, sarapan dan makan malam pun selalu tersedia bagi karyawan. Ini karena lokasi kantor Google agak jauh dari restoran. Fasilitas yang satu ini membuat para Googler bisa menghemat waktu dan uang mereka.

Googleplex juga dilengkapi dapur-dapur kecil yang menyediakan kopi, snack, dan minuman bagi para karyawan. Dapur-dapur itu ditempatkan berdekatan dengan ruang kerja karyawan agar Googler tak perlu pergi jauh dari mejanya untuk mengambil makanan. Intinya, perut para penghuni Googleplex dijamin selalu kenyang.

Jaminan kesehatan

Agar karyawannya tetap bugar, Google menyediakan gym dan kolam renang di lingkungan kantornya. Tak tanggung-tanggung, kolam renang itu dijaga oleh petugas khusus untuk memastikan keselamatan para penggunanya. Karyawan Google yang tidak enak badan atau terluka saat bekerja juga bisa membuat janji dengan dokter di Googleplex.

Meskipun bekerja di Google terlihat sangat menyenangkan, para karyawan juga punya tanggung jawab yang besar dan dituntut untuk berkinerja baik. Karena itu, pekerjaan juga bisa membuat mereka pusing. Namun, ketika sukses menyelesaikan suatu proyek dengan baik, mereka bisa menikmati bonus pijat selama 1 jam dari therapist yang disewa Google.

Aturan 80/20

Aturan Google yang satu ini sangat terkenal. Google menuntut para karyawannya untuk menghabiskan 80 persen waktu kerja di kantor untuk mengerjakan pekerjaan mereka, dan meluangkan 20 persen sisanya untuk mengerjakan proyek khusus sesuai passion mereka. Artinya, dalam waktu kerja standar selama seminggu, ada satu hari penuh yang dapat mereka gunakan untuk mengerjakan proyek di luar pekerjaan utama mereka.

Google banyak mengembangkan teknologi masa depan di Google Labs. Menurut Google, kebanyakan teknologi canggih itu justru berawal dari proyek-proyek "sampingan" para karyawan dalam program 20 persen itu.

Bertemu banyak orang pintar

Karyawan Google adalah orang-orang yang pintar. Di Googleplex, mereka juga terbiasa bertemu dan bekerja dengan orang-orang pintar lainnya, termasuk Larry Page dan Sergey Brin. Googler juga sudah terbiasa bertemu dan bekerja dengan para pemimpin, pemikir, dan seleb di industri teknologi.

Meskipun para karyawannya sudah pintar, Google tetap mendorong mereka untuk selalu belajar. Salah satu buktinya, pintu kamar mandi dan bagian atas urinoir dalam toilet kantor mereka dihiasi berbagai puzzle dan tips seputar coding. Rupanya para Googler juga percaya bahwa toilet merupakan salah satu tempat terbaik untuk menemukan inspirasi.

TechStop

TechStop adalah unit tech-support yang dijaga oleh para spesialis TI terbaik di Googleplex. Di sana, para karyawan yang mendapat kesulitan berhubungan dengan hardware dan software bisa meminta pertolongan. TechStop buka 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Urusan TI sepele sekalipun akan dilayani di tempat ini, termasuk ketika karyawan lupa membawa charger laptop-nya ke kantor.

Cuti melahirkan dan punya anak

Pepatah "banyak anak banyak rezeki" tampaknya berlaku bagi para Googler. Sementara kantor-kantor lain hanya memberikan cuti melahirkan kepada para karyawan perempuan, Google juga bermurah hati memberikan cuti "menyambut anak" bagi para karyawan laki-lakinya.

Google memberikan hadiah "libur" selama 6 minggu, dan tetap digaji, kepada Googler laki-laki yang istrinya melahirkan. Sementara itu, kepada Googler perempuan yang baru melahirkan, Google memberikan libur selama 18 minggu setelah sang anak lahir.

Bukan itu saja. Setelah kelahiran sang anak, karyawan juga mendapatkan bonus untuk meringankan biaya-biaya membeli kebutuhan bayi. Setelah sang ibu kembali bekerja, dia bisa membawa bayinya ke kantor dan menitipkannya di fasilitas Day Care yang disediakan di Googleplex.

Tunjangan kematian

Google menjamin kesejahteraan karyawannya, bahkan sampai mereka meninggal dunia. Ketika ada Googler yang meninggal dunia, perusahaan akan mencairkan asuransi jiwa karyawan dan memberikannya kepada keluarga yang ditinggalkan. Google juga akan membayarkan setengah dari gaji karyawan tersebut kepada suami/istrinya yang ditinggalkan hingga 10 tahun ke depan. Selain itu, Google juga akan memberikan tunjangan sebesar 1.000 dollar AS yang diberikan setiap bulan kepada anak-anak almarhum.

Jadi, siapa yang ingin bekerja di Googleplex?

DANANG, Vietnam (AP) — Three U.S. Navy ships were welcomed Friday by former foe Vietnam for joint training, despite China’s irritation following weeks of fiery exchanges between the communist neighbors over disputed areas of the South China Sea.

U.S. and Vietnamese officials have stressed that the seven-day ship visit and naval training are part of routine exchanges planned long before tensions began flaring between China and Vietnam in late May. China has criticized the port call as inappropriate, saying it should have been rescheduled due to the ongoing squabble.

The U.S. visit, however, did send a message that the Navy remains a formidable maritime force in the region and is determined to build stronger military ties with smaller Southeast Asian countries.

“We’ve had a presence in the Western Pacific and the South China Sea for 50 to 60 years, even going back before World War II,” Rear Adm. Tom Carney, who’s leading the naval exchange, told reporters. “We will maintain a presence in the Western Pacific and the South China Sea as we have for decades, and we have no intention of departing from that kind of activity.”

He spoke on the pier in central Danang, once home to a bustling U.S. military base during the Vietnam War, in front of the diving and salvage ship USNS Safeguard. American and Vietnamese flags flapped in the steamy air from the ship, and two guided missile destroyers — USS Chung-Hoon and USS Preble — were visible off the coast.

The two navies will hold exchanges involving navigation and damage control along with dive and salvage training. No live-fire drills will be conducted.

Vietnam and China last month both announced their navies held such maneuvers individually in the South China Sea after relations hit a low point when Hanoi twice accused Beijing of hindering oil exploration within Vietnam’s economic exclusive zone.

China responded that Vietnamese boats had endangered Chinese fishermen in a different area near the contested resource-rich Spratly islands, claimed all or in part by both nations and several others.

Tempers appeared to be cooling after Chinese and Vietnamese officials met last month and announced they would work to negotiate a peaceful resolution. But Vietnamese state-run media and a border official on Wednesday accused armed Chinese soldiers of attacking and chasing a Vietnamese fishing boat near the disputed Paracel islands claimed by both countries.

The Philippines has also recently sparred with China, alleging similar interference with its energy exploration efforts in the South China Sea. The U.S. last month conducted similar joint naval exercises that included live-fire drills with the Philippines, a treaty ally.

On Monday in Beijing, top Chinese Gen. Chen Bingde criticized his U.S. counterpart for going forward with the exercises in Vietnam and the Philippines, calling it bad timing in light of the ongoing spats. Adm. Mike Mullen, chairman of the U.S. Joint Chiefs of Staff, defended the decision saying the exchanges were pre-planned.

“I don’t know when an appropriate time would be for these kind of activities, which are designed to promote friendship and cooperation,” Carney said from the Vietnam pier. “But I don’t think there’s ever a bad time to do those kind of activities.”

Washington has said that the South China Sea, home to major shipping lanes, is in its national interest. China, which has an expanding maritime influence, has designated the area as a core interest — essentially something it could go to war over. Worried smaller neighboring countries have looked to the U.S. to maintain a strong presence in the region.

“The U.S. has made its point and will continue to do so if pressed, but does not appear to be looking for a fight with Beijing on this issue,” said Ralph Cossa, president of Pacific Forum CSIS, a Hawaii-based think tank. “It is not likely to heed or back down as a result of Chinese ‘warnings,’ however, which will likely make Washington feel more compelled to respond.”

The current U.S. visit to Vietnam involves about 700 sailors and builds on the first postwar port call in 2003 made to the former Saigon, now called Ho Chi Minh City. Since then, military relations have continued to grow with high-level defense visits and exchanges.

The two sides recently began working together to clean up dioxin contamination from the defoliant Agent Orange. It was mixed and stored at the U.S. air base in Danang and remains one of the lasting legacies of the Vietnam War that killed some 58,000 Americans and an estimated 3 million Vietnamese.

The war ended in 1975 when U.S.-backed South Vietnam fell to northern communist forces and the country was reunified. The U.S. and Vietnam shook hands in 1995 and established diplomatic relations, signing a landmark trade deal six years later. Today, the U.S. is Vietnam’s top export market, while Americans are among the country’s leading foreign investors.